Langsung ke konten utama

Soal Dinamika Gerak

Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas salah satu contoh soal tentang dinamika gerak.

Perhatikan gambar di bawah ini. Pertanyaannya adalah hitung besar tegangan tali T1 dan T2?.
Penyelesaian:

Pada gambar di atas tampak bahwa ada gaya 100 N yang menarik ketiga benda yang berada di atas permukaan meja. Langkah pertama dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah mengetahui apakah tiga benda tersebut bergerak. Untuk mengetahui benda bergerak atau tidak maka, terlebih dahulu harus diketahui besarnya gaya yang akan membuat benda bergerak dan gaya yang selalu ingin membuat benda tersebut tetap diam.

  • Jika jumlah gaya yang mau menggerakkan benda lebih besar dari pada jumlah gaya yang mau menahan benda untuk tetap diam maka benda tersebut pasti akan bergerak di percepat
  • Jika jumlah gaya yang mau menggerakkan sama besar dengan jumlah gaya yang mau menahan benda untuk tetap diam maka benda tersebut akan tetap dalam kondisi diam
  • Sedangkan jika jumlah gaya yang mau menggerakkan benda lebih kecil dari pada jumlah gaya yang mau menahan benda tetap diam, maka benda tersebut akan tetap diam
Umpamakan permukaan meja licin (gaya gesekan antara benda dan permukaan nol), maka ketiga benda akan bergerak dipercepat.
Gaya-gaya yang bekerja pada setiap benda dapat dilihat pada gambar di bawah ini.



Untuk arah vertikal
Pada setiap benda bekerja gaya berat dan gaya normal. Pada arah vertikal benda tidak bergerak, maka berdasarkan hukum pertama newton, jumlah gaya yang bekerja terhadap arah vertikal adalah nol. Dengan demikian besar gaya berat pada setiap benda, sama yang sama dengan gaya normal (pada masing-masing benda).

Untuk arah horisontal
Pada arah horisontal, jumlah gaya yang bekerja hanya 100 N (bidang licin, atau gaya gesekan pada setiap benda dan permukaan bidang sama dengan nol). Gaya 100 N, bekerja langsung pada benda 5 kg, akan tetapi jika benda 5 kg ditarik maka, benda 3 kg dan 2 kg juga akan ikut tertarik (bergerak). Dengan demikian ketiga benda bergerak bersama-sama, atau besar percepatan yang dialami ketiga benda adalah sama. Sesuai dengan hukum kedua newton,

"Jumlah gaya (sigma F) yang bekerja, sama dengan hasil kali antara massa benda (m) yang bergerak dengan percepatan (a) yang ditimbulkan oleh jumlah gaya tersebut"

Besar percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sistem adalah:

percepatan sistem (a) = Jumlah gaya yang bekeja (F) / massa total benda yang bergerak (m)

Jumlah gaya yang bekerja (F) adalah jumlah gaya yang menyebabkan benda dapat bergerak = 100 N.
Massa benda (m) adalah massa total benda yang bergerak dengan percepatan a, yaitu 3 kg + 2kg + 5kg = 10 kg.
dengan demikian;
a = 100 N/10kg = 10 N/kg
a = 10 N/kg
Percepatan 10 N/kg, secara fisis berarti, dalam setiap massa satu kilogram bekerja gaya sebesar 10 newton. Akan lebih baik menyatakan satuan percepatan dalam N/kg daripada meter persekon kuadrat.


Sehingga besar T1 dan T2 adalah

Untuk T1
Perhatikan gambar di atas, tali T1 menarik benda 3 kg. Dari nilai percepatan yang diperoleh, a = 10 N/kg diketahui bahwa setiap satu kg bekerja gaya sebesar 10 newton. Karena tali T1 hanya menarik 3 kg, maka tegangan tali T1 sebesar 30 Newton (setiap 1 kg bekerja gaya 10 N, jadi untuk 3 kg bekerja gaya 30 N).

Untuk T2
Tali T2 menarik massa sebesar 2 kg, namun jika benda 2 kg ditarik maka benda 3 kg akan ikut bergerak sehingga total massa yang ditarik oleh tali T2 adalah 5 kg, dengan demikian tegangan tali T2 adalah 50 N.

Diketik di Rumah Kopi, 18 November 2009
Herman Soppeng

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Spektrum Atom Hidrogen

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Jika sebuah gas diletakkan di dalam tabung kemudian arus listrik dialirkan ke dalam tabung, gas akan memancarkan cahaya. Cahaya yang dipancarkan oleh setiap gas berbeda-beda dan merupakan karakteristik gas tersebut. Cahaya dipancarkan dalam bentuk spektrum garis dan bukan spektrum yang kontinu. Kenyataan bahwa gas memancarkan cahaya dalam bentuk spektrum garis diyakini berkaitan erat dengan struktur atom. Dengan demikian, spektrum garis atomik dapat digunakan untuk menguji kebenaran dari sebuah model atom. Istilah atom pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli filsafat Yunani bernama Democritus (460-370 SM). Setiap zat dapat dibagi atas bagian-bagian yang lebih kecil, sampai mencapai bagian yang paling kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Bagian yang tak dapat dibagi itu oleh Demokritus disebut atom ,dari kata Yunani ”atomos” yang artinya tak dapat dibagi. Selanjutnya, para filsuf yang muncul kemudian, seperti Plato dan Aristoteles merumuskan seb

Efek Fotolisrik

BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang            Efek fotolistrik adalah fenomena terlepasnya elektron logam akibat disinari cahaya. Ditinjau dari perspektif sejarah, penemuan efek fotolistrik merupakan salah satu tonggak sejarah kelahiran fisika kuantum. Untuk merumuskan teori yang cocok dengan eksperimen, kita dihadapkan pada situasi dimana paham klasik yang selama puluhan tahun diyakini sebagai paham yang benar, terpaksa harus dirombak. Paham yang dimaksud adalah konsep cahaya sebagai gelombang tidak dirombak, fenomena efek fotolistrik tidak dapat dijelaskan secara baik.            Paham yang baru yang mampu menjelaskan secara teoritis fenomena efek fotolistrik adalah bahwa cahaya sebagai partikel namun demikian, munculnya paham baru ini menimbulkan polemik baru. Penyebabnya adalah bahwa paham cahaya sebagai gelombang telah dibuktikan kehandalannya dalam menjelaskan sejumlah besar fenomena yang berkaitan dengan fenomena difraksi, interferensi, dan polarisasi. Sementara itu, fenomen

Efek Hall

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Adanya gaya pada muatan bergerak dalam sebuah konduktor yang berada dalam medan magnet di peragakan oleh efek hall. Kawat berarus listrik yang terletak dalam medan magnet dengan arah tegak lurus dengan arah arus maka kawat akan mengalami gaya magnetik sehingga menyebabkan kawat akan melengkung. Namun bagaimana dengan sebuah plat konduktor (lempengan) yang berarus listrik berada dalam medan magnet, apakah plat tersebut akan mengalami gaya? Sebuah pelat yang dialiri arus listrik dengan kerapatan arus J, yang geraknya tegak lurus terhadap medan magnet B, dan medan elektrostatik ataaupun medan nonelektrostatik E dengan arah yang tegak lurus terhadap B dan J. Jika nilai-nilai ini dapat diukur, maka beberapa variable yang sangat penting dalam proses konduksi dapat diketahui. Variable tersebut diantaranya adalah kerapatan pembawa muatan dalam bahan yang digunakan, konduktivitas bahan, konstanta hall bahan, dan jenis pembawa muatan dalam bahan yang diguna