Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Resistor

Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik, sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif, bahan material seperti karet, gelas, karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron dan disebut sebagai insulator. Bagaimana prinsip konduksi, dijelaskan pada artikel tentang semikonduktor. Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm: R = {V} \{I} Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon.

Apa Sih Motor Stepper Itu?

Motor step (stepper motor) adalah salah satu jenis motor DC yang dapat berputar pada langkah tetap dengan besar sudut tertentu. Tidak seperti motor DC biasa yang menghasilkan gerakan putaran kontinyu, motor step menghasilkan gerak putaran diskret (gerakan yang patah-patah) seperti terlihat pada Gambar 1. Besarnya sudut untuk tiap langkah bervariasi antara 0,9 hingga 900. Motor step digunakan pada aplikasi yang memerlukan perputaran pada sudut tertentu namun tidak memerlukan umpan balik dari sensor posisi. Sudut perpindahan dapat diketahui dengan menghitung jumlah langkah yang dilakukan dalam satu putaran.

Rangkaian Power Supply

Berikut artikel tentang rangkaian power supply beserta komponen penyusunnya. artikel ini saya ambil dari salah satu blog karya anak bangsa,, saya lupa ap nama blog nya,,,, Rangkaian Power supply 1. Transformator Transformator atau trafo adalah suatu alat pengubah arus atau tegangan yang terdiri dari dua buah lilitan atau lebih, yang dikopel secara induktif. Komponen ini hanya dapat bekerja pada tegangan AC, jika tegangan AC ini diberikan pada lilitannya (lilitan primer) maka akan timbul tegangan induksi pada lilitan yang lain (lilitan sekunder). B

Thyristor

Berikut yang termasuk jenis thyristor: • SCR — Silicon Controlled Rectifier • ASCR — Asymmetrical SCR • RCT — Reverse Conducting Thyristor • LASCR — Light Activated SCR, or • LTT — Light Triggered Thyristor • DIAC & SIDAC — Both forms of trigger devices • BOD — Breakover Diode — A gateless thyristor triggered by avalanche current, used in protection applications • TRIAC — Triode for Alternating Current — A bidirectional switching device containing two thyristor structures • GTO — Gate Turn-Off thyristor • IGCT — Integrated Gate Commutated Thyristor o MA-GTO — Modified Anode Gate Turn-Off thyristor o DB-GTO — Distributed Buffer Gate Turn-Off thyristor • MCT — MOSFET Controlled Thyristor — It contains two additional FET structures for on/off control. • BRT — Base Resistance Controlled Thyristor • SITh — Static Induction Thyristor, or FCTh — Field Controlled Thyristor containing a gate structure that can shut dow

IC TIMER 555

IC timer 555 sudah dikenal dan masih populer sampai saat ini sejak puluhan tahun yang lalu. Tepatnya IC ini pertama kali dibuat oleh Signetics Corporation pada tahun 1971. IC timer 555 memberi solusi praktis dan relatif murah untuk berbagai aplikasi elektronik yang berkenaan dengan pewaktuan (timing). Terutama dua aplikasinya yang paling populer adalah: 1. Rangkaian pewaktu monostable 2. Osilator astable. Komponen ini terdiri dari komparator dan flip-flop yang direalisasikan dengan banyak transistor.

Capasitor

Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Kondensator kini juga dikenal sebagai “kapasitor”, namun kata “kondensator” masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia “condensatore”, seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.

DIODA

DIODA adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.

TRANSISTOR

PENGANTAR Komponen semiconductor selanjutnya adalah transistor, komponen ini boleh dikata termasuk komponen yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Pada prinsipnya, suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. Agar transistor dapat bekerja, kepada kakikakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basisemitor diberikan forward voltage, sedangkan basiskolektor diberikan reverse voltage. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Makin besar arus basis makin besar penghatarannya.

Dinamika Gerak

PENDAHULUAN Dalam bab ini dibahas mengenai penyebab gerak dan kaitannya dengan perubahan gerak. Dalam bagian ini kita masih memperlakukan benda sebagai “partikel”. Gerak partikel tertentu ditentukan oleh sifat dan susunan benda-benda lain disekitarnya yang disebut “lingkungannya”. Gaya pada dasarnya adalah teknik untuk menghubungkan lingkungan dan gerak partikel muncul dalam “hukum gerak” dan “hukum gaya”. Kedua hukum inilah yang membentuk “hukum mekanika”. Keberhasilan penyelesaian masalah in diuji dengan kesesuaian hasilnya dengan eksperimen dan kesederhanaan bentuk hukum-hukum gayanya. HUKUM (GERAK) I NEWTON Setiap benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan kecuali bila ia dipaksa mengubah keadaan geraknya tersebut oleh gaya yang dilakukan terhadapnya.. Atau: Bila resultan gaya pada suatu benda nol maka percepatannya nol. Untuk download lengkap silahkan klik tulisan di bawah ini Materi Dinamika Gerak